Menanti dalam ‘Diam’

 

“Maka Robb-nya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik, dan Alloh menjadikan Zakariyya sebagai pemeliharanya. Setiap Zakariyya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia mendapati makanan di sisinya. Zakariyya berkata, ‘Wahai Maryam, dari mana engkau memperoleh makanan ini?’ Maryam menjawab, ‘Makanan itu dari sisi Alloh.’ Sesungguhnya Alloh memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab.” [QS. Aali 'Imroon : 37]

Demikianlah sosok Maryam binti ‘Imron, yang disebutkan dalam hadits Rosulullah Shollallohu ‘Alayhi wa Sallam sebagai salah satu (dari 4 orang) wanita penghuni surga yang paling mulia.

Imam Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah -rohimahullah- menerangkan -yang intinya- bahwa barangsiapa …

  • seorang hamba tidak berikhtiar dan berusaha dalam meminta tambahan, tidak takut terhadap kekurangan, tidak meminta kesehatan, tidak minta disembuhkan dari penyakit, padahal ia tahu bahwa Alloh Kuasa atas segala sesuatu, hanya Dia-lah Dzat yang Maha Memilih dan Maha Memelihara, pemeliharaan-Nya terhadap hamba-Nya lebih baik daripada pemeliharaan hamba kepada dirinya sendiri, Dia lebih tahu terhadap kemaslahatan hamba-Nya, lebih mampu dalam mendapatkan dan menghasilkannya, lebih bisa menasihati hamba-Nya daripada hamba itu terhadap dirinya sendiri, lebih pengasih terhadapnya daripada dirinya sendiri, dan lebih baik kepadanya daripada dirinya sendiri…
  • seorang hamba mengetahui bahwa dirinya tidak bisa maju dan mundur dari hadapan-Nya walaupun hanya satu langkah, tidak bisa menyegerakan atau mengangguhkan keutamaan-keutamaan-Nya, lalu ia menyungkurkan dirinya di hadapan-Nya seperti seorang hamba hina yang menghadap seorang raja agung, yang memberikan keputusan kepada hambanya sesuai dengan kehendaknya, dan seorang hamba itu tidak bisa berpaling dari-Nya sedikitpun karena orang itu telah mengerahkan seluruh perhatiannya kepada-Nya dan menjadikan tujuannya hanya kepada-Nya, maka Dia pun juga akan memperhatikan kebutuhan dan kemaslahatan dunianya.

Alangkah indahnya kehidupan orang itu, alangkah tenang hatinya, dan alangkah gembiranya.

Maka jika seperti itu keadaannya, ia akan merasa lepas dari sedih, duka cita, rasa pedih dan rasa sesal serta menyerahkan segala kebutuhan dan kemaslahatannya kepada Dzat yang tidak merasa keberatan menanggung semua itu, yang menguasai segala sesuatu, yang menunjukkan kelembutan, kebaikan, rahmat dan ihsan-Nya kepada mereka tanpa merasa lelah dan kesal.

Alloh Subhanahu wa Ta’ala telah memerintahkan kepada hamba dengan suatu perintah dan memberinya tanggung jawab. Jika dia melaksanakan perintah itu dengan baik, benar, ikhlas dan sungguh-sungguh, Alloh akan menjamin rezeki, kecukupan, pertolongan dan segala kebutuhannya, karena Alloh menanggung rezeki orang yang menyembah-Nya, menolong orang yang bertawakkal dan meminta pertolongan kepada-Nya, mencukupi orang yang menjadikan-Nya sebagai tujuan, mengampuni orang yang meminta ampun kepada-Nya dan memenuhi kebutuhan orang yang benar-benar meminta-Nya, kuat harapannya dan loba dalam mencari fadilah dan keutamaan-Nya.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.