Dan (ingatlah kisah) Ayyub, ketika ia menyeru Robb-nya, “(Yaa Robb-ku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Robb Yang Maha Penyayang diantara semua penyayang.”
Maka Kami pun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya, Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipatgandakan bilangan mereka sebagai suatu rahmat dari sisi Kami serta untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.
[QS. Al-Anbiyaa': 83-84]
Dan (ingatlah kisah) Dzun Nuun (Yuunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap, “Bahwa tidak ada Ilah selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.”
Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.
[QS. Al-Anbiyaa': 87-88]
Dan (ingatlah kisah) Zakariyyaa, tatkala ia menyeru Robb-nya, “Yaa Robb-ku, janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah waris yang paling baik.”
Maka Kami memperkenankan doanya, Kami anugerahkan kepadanya Yahyaa dan Kami jadikan istrinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.
[QS. Al-Anbiyaa': 89-90]
– Insyaa Alloh, kapan-kapan ditambahi –