Adakah kenikmatan yang lebih nikmat daripada kenikmatan hati?
Dan adakah adzab yang lebih dahsyat daripada adzab hati?
Adakah adzab yang lebih dahsyat daripada rasa takut, gelisah, sedih, kesempitan dada, keberpalingan dari Alloh dan negeri akhirat, keterkaitan dengan selain Alloh, serta keterputusan dari Alloh?
Segala bentuk kecintaan dan ketergantungan kepada selain Alloh akan menyebabkan pelakunya terkena adzab yang pedih. Di dunia ini, semua orang yang mencintai sesuatu selain Alloh akan diadzab sebanyak tiga kali. Ia diadzab sebelum mendapatkannya hingga akhirnya benar-benar mendapatkannya. Sesudah mendapatkannya, dia diadzab dengan rasa takut kalau-kalau apa yang didapatkannya tersebut hilang dan dirampas. Ia berusaha mati-matian untuk menjaganya, bahkan merasakan berbagai macam penderitaan dalam upaya ini. Jika apa yang didapatkannya tadi ternyata dirampas, maka bertambahlah penderitaannya. Demikianlah tiga jenis adzab yang dirasakan di dunia.
Di alam barzakh, orang tadi akan merasakan penderitaan yang diiringi penyelasan akibat perpisahan yang tidak mungkin diharapkan kembali lagi. Ia juga mengalami berbagai macam rasa sakit: sakit karena terlewatkan nikmat yang agung disebabkan sibuk dengan lawan dari nikmat itu, sakit karena terhijab dari Alloh, serta sakit yang timbul karena penyesalan yang menggiris hati. Gundah, gelisah, penyesalan, dan kesedihan menyerang jiwa-jiwa pelaku maksiat; seiring dengan serangan serangga dan cacing terhadap tubuh-tubuh mereka. Namun, apa yang dirasakan oleh jiwa bersifat kontinyu atau terus-menerus, sampai Alloh mengembalikan jiwa tersebut kepada jasadnya. Jika masa itu telah datang, maka berpindahlah adzab pada jenis lainnya yang lebih pahit dan menyakitkan.
– Ad-Daa` wa Ad-Dawaa`, Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah –